CILACAP- Remaja merupakan kelompok masyarakat yang berjumlah paling banyak. Namun secara psikologis, remaja termasuk kelompok yang sangat mudah terpengaruh dan jiwanya pun gampang bergolak. Hal itu akibat kondisi pribadi mereka yang belum terbentuk.
Sesuai dengan pergolakan jiwa remaja, permasalahan yang muncul pun cukup beragam. Persoalan tersebut bukan hanya menjadi permasalahan remaja belaka, melainkan menjadi persoalan kita semua. Karena itu, masalah paling berat bagi orang tua adalah bagaimana menyelamatkan sang anak dari masa remaja.
Hal itu dikemukakan Direktur Pusat Studi Remaja dan Perubahan Sosial (PSR-PS) Kabupaten Cilacap, Gunawan Trihantoro kepada Suara Merdeka, Senin (27/6).
Menurutnya, banyak faktor penyebab terjadinya kenakalan remaja. Salah satunya yang paling mendasar adalah faktor ekonomi. Sebab sejalan dengan sifat kejiwaannya, seorang remaja banyak memerlukan kebutuhan hidup. Seperti untuk membeli pakaian, alat kosmetik, kendaraan, dan hiburan. Padahal, mereka belum memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Ketika keinginannya disampaikan kepada orang tua, terkadang banyak pula orang tua yang tidak memiliki kemampuan untuk memenuhinya. Sebab, kondisi perekonomian orang tuanya tidak memungkinkan untuk mewujudkan semua keinginan tersebut.
Bunuh Diri
Kondisi seperti itu kerap mendorong anak untuk mencari uang dengan caranya sendiri. Ada yang nekat menjadi wanita penghibur, bahkan ada yang berani mencuri, menipu atau menjambret.
''Yang lebih tragis lagi, terkadang ada remaja yang nekat bunuh diri hanya gara-gara kondisi ekonomi kurang menguntungkan,'' katanya.
Untuk menekan tingkat kenakalan remaja, PSR-PS Cilacap bekerja sama dengan Lembaga Sosial Ekonomi Masyarakat (LSemar) Purwokerto dalam waktu dekat akan mengadakan pelatihan kewirausahaan bagi remaja.
Pelatihan yang diselenggarakan lewat program pengembangan budaya kewirausahaan bagi remaja Cilacap itu akan diisi dengan berbagai materi keterampilan dan pengetahuan mengenai strategi membuka usaha baru
Tidak ada komentar:
Posting Komentar